Tabrakan Maut 9 Pekerja Tewas
CIREBON – Sembilan pekerja asal Desa Dukuh Benda, Kec. Bumi Jawa, Kab. Tegal, tewas dalam tabrakan antara elf dengan truk tronton di ruas Jln. Tegal Gubuk, Desa Gintung Lor, Kec. Susukan, Kab. Cirebon, Kamis (27/1) sekitar pukul 00.30 WIB. Selain menewaskan sembilan orang penumpangnya, tabrakan yang terjadi dini hari itu juga menyebabkan empat penumpang lainnya termasuk sopir elf carteran mengalami luka-luka.
Korban tewas yaitu Wartim (45), Mansur (35), Saipah (18), Komaryadi (25), Slamet (27), Abdullah, Maryono, Toni, dan Dulah. Sedangkan empat penumpang elf yang luka serius, Ruslan (sopir elf), Tahudi, Tolkah, dan Hasan.
Informasi yang berhasil dihimpun “Kabar Cirebon” menyebutkan, tabrakan berawal saat sebuah mobil elf carteran nopol B 2315 IZ yang membawa 13 pekerja asal Desa Dukuh Benda, melintas di Jln. Tegal Gubuk Cirebon menuju Jakarta.
Diduga Ruslan sopir elf tersebut mengantuk dan kaget, saat melihat lubang. Untuk menghindari lubang Ruslan pun lalu membanting setir ke arah kiri. Nahas karena kondisi kendaraan sedang ngebut, Ruslan pun kehilangan kendali. Akibatnya, mobil yang dikemudikannya terbang hingga melewati pembatas jalan.
Kondisi itu semakin diperparah oleh ban mobil yang pecah saat menabrak pembatas jalan, hingga mobil pun oleng keluar jalur. Di saat bersamaan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah, tiba-tiba melaju sebuah truk tronton nopol AG 8075 IA yang dikemudikan Eko Prasetyo dengan kecepatan tinggi, dan langsung menabrak elf hingga hancur.
Tolkah (35) salah seorang penumpang selamat mengungkapkan, saat kejadian hampir seluruh penumpang termasuk dirinya tengah tertidur. Sehingga tak ada yang tahu pasti kejadian tersebut seperti apa. “Saya terbangun saat kondisi mobil sudah melayang. Namun ketika tersadar, kondisi mobil sudah hancur berantakan. Namun kemudian saya tidak ingat apa-apa lagi,” paparnya.
Sebelum dibawa ke Tegal, jenazah ke sembilan korban tewas sempat dibawa ke Rumah Sakit Arjawinangun. Begitu pihak keluarga korban datang sekitar pukul 14.00 WIB, ke sembilan jenazah langsung dibawa ke Tegal termasuk korban luka.
Awal Riyadi (34), warga Bojong Kab. Tegal, salah seorang anggota keluarga korban mengungkapkan, dirinya baru mendapatkan informasi sekitar pukul 07.00 WIB dari petugas Polsek Susukan. Saat itu dirinya langsung menghubungi pihak keluarga lain dan menuju Cirebon.
Dikatakan Awal, kejadian tersebut benar-benar sangat mengenaskan, karena sembilan korban meninggal tersebut masih satu keluarga besar.
“Kabarnya pagi-pagi baru kita terima. Terus terang kami sangat shock. Karena dalam mobil tersebut yang membawa 13 orang, semuanya tinggal dalam satu blok dan memiliki hubungan kerabat,” katanya.
Korban tewas yaitu Wartim (45), Mansur (35), Saipah (18), Komaryadi (25), Slamet (27), Abdullah, Maryono, Toni, dan Dulah. Sedangkan empat penumpang elf yang luka serius, Ruslan (sopir elf), Tahudi, Tolkah, dan Hasan.
Informasi yang berhasil dihimpun “Kabar Cirebon” menyebutkan, tabrakan berawal saat sebuah mobil elf carteran nopol B 2315 IZ yang membawa 13 pekerja asal Desa Dukuh Benda, melintas di Jln. Tegal Gubuk Cirebon menuju Jakarta.
Diduga Ruslan sopir elf tersebut mengantuk dan kaget, saat melihat lubang. Untuk menghindari lubang Ruslan pun lalu membanting setir ke arah kiri. Nahas karena kondisi kendaraan sedang ngebut, Ruslan pun kehilangan kendali. Akibatnya, mobil yang dikemudikannya terbang hingga melewati pembatas jalan.
Kondisi itu semakin diperparah oleh ban mobil yang pecah saat menabrak pembatas jalan, hingga mobil pun oleng keluar jalur. Di saat bersamaan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah, tiba-tiba melaju sebuah truk tronton nopol AG 8075 IA yang dikemudikan Eko Prasetyo dengan kecepatan tinggi, dan langsung menabrak elf hingga hancur.
Tolkah (35) salah seorang penumpang selamat mengungkapkan, saat kejadian hampir seluruh penumpang termasuk dirinya tengah tertidur. Sehingga tak ada yang tahu pasti kejadian tersebut seperti apa. “Saya terbangun saat kondisi mobil sudah melayang. Namun ketika tersadar, kondisi mobil sudah hancur berantakan. Namun kemudian saya tidak ingat apa-apa lagi,” paparnya.
Sebelum dibawa ke Tegal, jenazah ke sembilan korban tewas sempat dibawa ke Rumah Sakit Arjawinangun. Begitu pihak keluarga korban datang sekitar pukul 14.00 WIB, ke sembilan jenazah langsung dibawa ke Tegal termasuk korban luka.
Awal Riyadi (34), warga Bojong Kab. Tegal, salah seorang anggota keluarga korban mengungkapkan, dirinya baru mendapatkan informasi sekitar pukul 07.00 WIB dari petugas Polsek Susukan. Saat itu dirinya langsung menghubungi pihak keluarga lain dan menuju Cirebon.
Dikatakan Awal, kejadian tersebut benar-benar sangat mengenaskan, karena sembilan korban meninggal tersebut masih satu keluarga besar.
“Kabarnya pagi-pagi baru kita terima. Terus terang kami sangat shock. Karena dalam mobil tersebut yang membawa 13 orang, semuanya tinggal dalam satu blok dan memiliki hubungan kerabat,” katanya.
Sopir elf tersangka
Sementara itu, menyusul tabrakan maut tersebut, Polres Cirebon akhirnya menetapkan sopir elf, Ruslan (35) sebagai tersangka. Hal tersebut menyusul terungkapnya hasil pemeriksaan terhadap Ruslan, yang terbukti mengantuk saat kejadian.
Kasat Lantas Polres Cirebon, AKP Edwin Affandi saat dikonfirmasi mengakui Ruslan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya kuat dugaan peristiwa tersebut terjadi akibat Ruslan mengantuk hingga mobil yang dikemudikannya keluar jalur. “Hasil pemeriksaan sejauh ini, sopirnya yang kami tetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya.
Kasat Lantas Polres Cirebon, AKP Edwin Affandi saat dikonfirmasi mengakui Ruslan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya kuat dugaan peristiwa tersebut terjadi akibat Ruslan mengantuk hingga mobil yang dikemudikannya keluar jalur. “Hasil pemeriksaan sejauh ini, sopirnya yang kami tetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar